Penangkaran sudah tentu bukan barang baru buat pecinta burung di Indonesia. Indonesia dikenal rajanya pemeliharaan burung, maka penangkaran wajib juga diperhatikan. Belakangan ini mulai muncul kesadaran di kalangan yang hobi memelihara burung, penangkaran adalah hal penting untuk bikin hobi pemeliharaan burung awet. Sebab, kalau terus-terusan mengandalkan pasokan burung alam hasil tangkapan di hutan, lama-lama burung di alam bakal habis dan akhirnya hobi pemeliharaan burung habis cerita.
Perlu diketahui, survei rumah tangga melalui kuesioner yang dilakukan oleh Burung Indonesia didukung Oxford University, PBI, dan AC Nielsen di enam kota besar di Jawa-Bali menunjukkan, pemelihara burung menempati urutan tertinggi, yakni 35,7 persen (termasuk ayam). Coba bandingkan dengan rumah tangga yang memelihara ikan yang hanya 24,4 persen, kucing yang hanya 12,8 persen, dan anjing yang 10,1 persen saja.
Survei Burung Indonesia dan The Nielsen juga menunjukkan, lebih dari setengah burung kicauan yang dipelihara (58,5 persen), ditangkap di alam. Dari tahun ke tahun jumlahnya juga terus bertambah. Kalau tahun 1999 masih 738.518 ekor, tahun 2006 jadi 878.077 ekor.
Artinya, ada ancaman buat pemelihara burung, yakni lama-lama burung di hutan akan habis sehingga hobi ini bisa tamat riwayatnya. Apalagi hutan-hutan juga sudah banyak yang rusak sehingga burung makin susah bertahan hidup. Sudah hutan rusak, banyak ditangkapi pula! Menurut para penghobi burung, dari waktu ke waktu berbagai jenis burung di alam, termasuk burung kicauan, semakin langka. Beberapa jenis burung kicauan seperti cucak hijau jambul kuning (kasus di Sumatra), cucakrawa (kasus di Riau), jalak uren, kacer hitam, dan murai batu jawa, telah langka di alam.
Untuk bikin hobi memelihara burung tetap awet, salah satu solusinya, ya, penangkaran. Dengan penangkaran, berarti burung di alam tidak perlu dipaksa datang ke kota dengan ditangkapi, tapi dikembangbiakkan di tempat tertentu. Upaya untuk menangkarkan jenis-jenis burung kicauan seperti jalak suren, murai batu, dan anis kembang telah banyak dilakukan oleh kalangan penangkar dan penghobi burung kicauan. Cucak hijau dan anis merah yang sebelumnya sangat sulit ditangkarkan pun telah mulai berhasil ditangkarkan. Dengan demikian, pasokan burung kicauan untuk peliharaan lebih terjamin dan stok burung di alam juga lumayan aman.
Selain itu, salah satu keuntungan dari penangkaran adalah jenis burung yang berasal dari penangkaran sudah lebih akrab dengan manusia. Jadi, burung lebih mudah dilatih dan lengket dengan pemiliknya. Kalau diikutkan lomba, burung hasil penangkaran juga tidak gampang stress menghadapi lingkungan yang baru. Akhirnya, penangkaran dapat menjadi salah satu solusi penting dalam konservasi burung-burung liar di alam sekaligus bikin hobi memelihara burung tahan lama. Siap menangkar?


